Gereja Petra yang beralamat di Jl. Sungai Saddang No. 32 Makassar didirikan sejak tahun 1971 oleh Pdt. Paulus Yedid Yah, di mana beliau sebenarnya diutus bukan ke Makassar tetapi ke Gorontalo, namun ketika sedang menunggu kapal untuk berangkat ke Gorontalo, Tuhan mengarahkan hati beliau untuk membangun jemaat di Makassar.

Ibadah Perdana Gereja Petra Makassar

Ibadah Perdana Gereja Petra Makassar

Dalam penantian, beliau melayani di sebuah ibadah di daerah Mariso di rumah keluarga Veerman (Almarhum), dan pada suatu ketika, seorang jemaat digerakkan untuk menyerahkan sebagian dari rumahnya untuk digunakan sebagai tempat ibadah. Dengan membayar sejumlah 1 juta rupiah, rumah tersebut digunakan untuk ibadah perdana Gereja Petra yang berlangsung pada tanggal 31 Oktober 1971.

Anggota jemaat pada waktu itu hanya sekitar 10 orang saja. Semua pekerjaan dan pelayanan, mulai dari menyapu, mengepel, membersihkan bangku-bangku, main accordion, berkhotbah, membesuk jiwa-jiwa baru, membaptis dan pelayanan lainnya dilakukan sendiri oleh Pdt. Paulus Yedid Yah.

Tahun 1972, beliau menikah dan bersama dengan istri melanjutkan pelayanan di Makassar.

Pembangunan Gereja Petra

Pembangunan Gereja Petra

Pada tahun 1973 gedung gereja mulai dibangun secara bertahap walaupun jumlah jemaat belum sampai 50 orang. Dengan iman beliau bertindak dan jemaat pun mulai bangkit untuk ikut membangun dan bekerja bakti bersama-sama.

Selama tahun 1970-an itu jiwa-jiwa mulai bertambah. Dan oleh pertolongan Tuhan, pada tahun 1980 pembangunan gereja selesai dengan kapasitas sekitar 300 orang.

Ibadah di gendung Balai Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Ibadah di gedung Balai Kemanunggalan TNI dan Rakyat

Pertumbuhan jemaat semakin meningkat pada Tahun 1987 sehingga gedung Gereja Petra tidak dapat menampung jemaat yang terus berdatangan, dan gerakan ini dikenal sebagai hujan pergerakan Roh Kudus maka ibadah di pindahkan ke gedung-gedung lain untuk ibadah, diantaranya: gedung hotel Marannu, Auditorium RRI, gedung Bank BRI, hotel MGH dengan kapasitas yang dapat menampung jiwa lebih banyak.

Dalam perkembangannya, Tuhan menaruh Visi di hati Gembala untuk pelayanan Gereja Misi, dan pada tahun 1993 visi itu menjadi suatu kenyataan dengan dibukanya sekolah alkitab Rhema yang mempersiapkan para Penuai-penuai jiwa yang siap di utus ke luar daerah, desa-desa terpencil dan saat ini telah ada 30 cabang Gereja Petra di kawasan Indonesia bagain timur.

“Rahasia pertumbuhannya adalah berharap kepada pekerjaan Roh Kudus.”

Gedung Gereja Tahun 1980an

Gedung Gereja Tahun 1980an

Gereja Petra Tahun 2009

Gereja Petra Tahun 2009

Gereja Petra Tahun 2010

Gereja Petra Tahun 2010